Mako Brimob, Satu Polisi Disandera, 5 Densus 88 dan 1 Tahanan Tewas

Jakarta, Papuatoday.id – Kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua masih belum selesai. Sampai saat ini, polisi masih melakukan negosiasi kepada narapidana teroris. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, para narapidana teroris ini memiliki senjata yang didapat dari petugas.

 

“Para narapidana ini mendapat senjata dari petugas yang gugur dalam insiden ini,” katanya, di Mako Brimob, Rabu (09/05/2018).

 

Ia menjelaskan, senjata ini didapat dari aksi baku tembak yang terjadi. Dari hal ini pula, mereka (narapidina) menuntut beberapa hal kepada pihak Kepolisian.

 

“Saat ini masih dilakukan negosiasi sampai waktu yang tidak ditentukan. Para narapidana meminta beberapa hal kepada kami. Kami masih terus melakukan negoisasi sampai ditemukan jalan keluarnya,” lanjutnya.

 

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Mabes Polri, Brijen M Iqbal mengatakan, jumlah senjata yang dimiliki para narapidana ini sejumlah dengan petugas yang gugur dari kejadian di Mako Brimob. Tapi, jumlah tersebut masih didalami kembali.

 

“Para narapidana ini sendiri berjumlah 130-an dari berbagai blok. Kami terus mengupayakan komunikasi dan negosiasi dengan mereka. Tapi, cara terakhirnya, adalah the last resort, yaitu cara penegakan hukum,” tegasnya.

 

Tambahnya, bila narapidana menyerahkan diri, akan ada proses upaya kepolisian tanpa kekerasan. Tapi, bila narapidana teroris melakukan pengancaman nyawa kepada petugas atau orang lain, polisi akan melakukan upaya yang sangat tegas.

 

Dilanjutkan Setyo, ada tiga atau empat personil yang melakukan negosiasi dengan perwakilan narapidana. Dari sini, ua berharap kejadian ini bisa cepat selesai dengan mengupayakan jalan keluar yang terbaik.

 

BACA JUGA :  Jalin Tali Silaturahmi, Polres Paniai Bantu Mayarakat Kampung Awabutu

Karopenas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyebutkan, empat dari lima anggota Polri gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob merupakan anggota Densus 88 Antiteros.

 

Kelima anggota Polri yang gugur mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

 

Empat anggota Densus 88 yang gugur yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Sykron Fadhli, dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

 

Satu lagi korban tewas yakni Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setyadi, yang bertugas di Polda Metro Jaya.

 

“Sedang satu anggota yang masih disandera yakni Brigadir Iwan Sarjana, dari Densus 88 Antiteror,” ujar Mohammad Iqbal saat memberikan keterangan pers kasus kerusuhan di Mako Brimob, beberapa saat lalu.

 

Red/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: