Sebanyak 307 Pelanggaran Terjaring Selama Operasi Patuh Matoa 2018 Di Nabire

Nabire, Papuatoday.id – Gelaran Operasi Patuh Matoa 2018 telah berakhir pelaksanaannya pada hari rabu 9 Mei 2018. Semenjak digelar dari tanggal 26 April 2018 lalu, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Nabire berhasil menjaring sebanyak 307 pelanggaran.

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Julkifli Sinaga S.Ik, rabu 9 Mei 2018.

Kasat Lantas Iptu Julkifli mengatakan, Operasi Patuh Matoa 2018 ini dilaksanakan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas sehingga berdampak pada turunnya angka kecelakaan lalu lintas, dan di pelaksanaan tahun ini berjalan dengan baik dan berhasil.

Menurut Iptu Julkifli, angka keberhasilan Operasi ini dinilai dari menurunnya angka jumlah kecelakaan selama Operasi Patuh Matoa 2018 jika dibandingkan pada pelaksanaan tahun sebelumnya.

Dari data yang dirilis oleh Satuan Lalu Lintas Polres Nabire jumlah pelanggaran yang berhasil terjaring selama Operasi Patuh Matoa 2018 sebanyak 307 lembar tilang dan 95 lembar teguran.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan pada Tahun 2017, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan dengan total 2018 sebanyak 307 perkara sedangkan tahun 2017 sebanyak 139 perkara, angka tersebut memiliki selisih sebanyak 168 Perkara.

“Pelanggaran lalu lintas sendiri selama Operasi Patuh Matoa 2018 ini masih didominasi oleh pengendara Sepeda Motor dengan jumlah 288 Perkara, sedangkan untuk roda empat atau lebih sebanyak 19 Perkara,” kata Kasat Lantas.

Khusus untuk Sepeda Motor pelanggaran terbanyak yang dijumpai selama pelaksanaan Operasi Patuh Matoa 2018 yakni Pengendara Ranmor Roda Dua (R2) yang tidak menggunakan Helm SNI sebanyak 195 Perkara.

Kategori fatalitas terhadap korban kecelakaan lalu lintas berada di peringkat kedua, melawan arus 51 perkara, Pengendara pengguna handphone saat mengemudi 19 Perkara, pengendara dibawah umur 9 perkara, pengendara dalam pengaruh alkohol 4 perkara, pengendara melebihi batas kecepatan 7 perkara, dan yang tidak menggunakan Safety Belt sebanyak 14 perkara.

“Sedangkan untuk usia pelaku pelanggaran dari data yang diperoleh usia 16-20 tahun berada diperingkat teratas dengan jumlah 80 orang, jika dilihat dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa para pelaku pelanggaran tersebut masih sangat muda,” ungkap Kasat.

Sedangkan untuk profesi pelaku pelanggaran didominasi oleh profesi karyawan/swasta sebanyak 257, sedangkan untuk Pelajar/Mahasiswa sebanyak 20 orang.

Operasi Kepolisian terpusat yang berlangsung selama 14 hari, kecelakaan lalu lintas di Kota Nabire sebanyak 1 kasus dan kerugian materil Rp. 1.000.000,-.

“Dengan berakhirnya Pelaksanaan Operasi Patuh Matoa 2018 di Kota Nabire ini pihaknya tidak akan menurunkan intensitas penindakan pelanggaran lalu lintas dilapangan tetap berjalan seperti biasa, dan justru dalam waktu dekat kita akan melaksanakan penertiban kendaraan untuk menjaga kamtibmas jelang bulan Ramadhan dan pelaksanaan ibadah selama Bulan Suci Ramadhan,” terang Kasat Lantas.

Red/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: