Dirut Telkomsel: Telkom Programkan Jalur Optik Alternatif Di Papua

NTB, Papuatoday.id – Manajemen PT Telkom (Persero) tengah memprogramkan pembangunan jalur alternatif kabel optik di wilayah Papua, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak putusnya fiber optik bawah laut yang sering terjadi dan mengecewakan konsumen layanan telekomunikasi data.

“Telkom sudah memikirkan alternatifnya, dan akan membangun jalur kedua lewat atas (selain bawah laut), agar jika jalur bawah laut bermasalah, masih ada jalur kedua,” kata Direktur Utama PT Telkomsel Ririek Adriansyah, pada sesi wawancara usai “Media Update” paparan umum “Bussiness Overview” Telkomsel 2018, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.

Sesi wawancara tersebut merupakan bagian dari Media Gathering Telkomsel 2018 yang dipusatkan di Pulau Lombok, NTB, dan diikuti 90 orang wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ririek yang didampingi Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan, dan Direktur Sales Sukardi Silalahi dan pejabat Telkomsel lainnya, menjelaskan hal itu ketika ditanya  soal langkah antisipasi terhadap pelayanan optimal jaringan data di wilayah Papua, mengingat kabel optik bawah laut yang terpasang di wilayah Papua seringkali putus, dan dikeluhkan sebagian besar konsumen jasa telekomunikasi data.

Saat kabel optik putus, pihak Telkomsel mengaktifkan jalur satelit untuk pelayanan jaringan data, namun terbatas pada area tertentu.

Jaringan cadangan menggunakan satelit itu hanya mencakup 600 MBPs untuk Telkom sedangkan untuk Telkomsel hanya 950 MBPs.

Padahal sebagian besar pengguna layanan seluler dan jaringan data di wilayah Papua merupakan pelanggan Telkomsel.

Semenjak penggunaan kabel optik bawah laut di wilayah Papua, sudah sembilan kali kabel optik bawah laut putus, dan proses penyambungannya cukup rumit karena harus menggunakan kapal khusus, dan membutuhkan waktu relatif lama.

Kasus terbaru terjadi sejak 6 April 2018 dan proses perbaikannya berlangsung selama 28 hari atau selesai pada 5 Mei 2018.

Ririek mengakui kerusakan kabel optik bawah laut di Papua akibat faktor alam, baik di Merauke dan perairan Sarmi-Biak, yakni adanya patahan bumi akibat gempa tektonik yang menimpa fiber optik tersebut.

“Kemarin (kasus kabel optik putus) memang agak lama karena saat pengangkatan menggunakan kapal khusus, sempat terjatuh dan fibernya rusak, sehingga harus diperbaiki dan disambungkan kembali. Yang jelas Telkom terus berupaya mengatasi setiap kerusakan optik, dan akan dibangun jalur kedua,” ujarnya.

Dirut Telkomsel ini tidak menampik jika penempatan kabel optik bawah laut sudah diawali dengan survei kelayakan.

Patahan bumi yang terjadi saat gempa tektonik dianggap sebagai faktor pengganggu kelancaran layanan jaringan data, sehingga pemerintah dan Telkom akan membangun jalur kedua kabel optik, meskipun jalurnya relatif panjang karena mengitari wilayah tertentu di Tanah Papua.

Ia pun berharap upaya membangun jalur optik kedua itu dapat terlaksana sesuai rencana, karena Telkom beserta anak perusahaannya Telkomsel juga sangat memperhatikan kemajuan telekomunikasi di Papua.

 

BACA JUGA :  Bank Mandiri Papua Salurkan KUR Rp114 Miliar

Red/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: