Menjawab Kebutuhan Masyarakat, Bupati Yahukimo Launching Free Cargo

Yahukimo, Papuatoday.id – Dalam menjawab keluhan masyarakat Yahukimo dan yang sedang ditunggu-tunggu atau dinantikan kehadiran jembatan udara (Nawacita), Bupati Kabupaten Yahukimo, Abock Busup melaunching pesawat kargo free di Bandara Nop Goliat Dekai pada Senin, (07/05), lalu. 

“Launching jembatan udara itu sebenarnya dilaksanakan pada bulan Januari tetapi karena persediaan armada dan pelelangan proyek kargo free sehingga kita baru dilaksanakan pada bulan Mei ini, dan kami harapkan masyarakat bisa menikmati subsidi atau kargo free saat ini. Harga penjualan beras 1 kilogram yang biasa Rp60 ribu sekarang bisa Rp20 ribu,” jelas Bupati Yahukimo, Abock Busup, Minggu (13/05) di Dekai. 

Bupati menjelaskan, pihaknya telah melounching 18 lapangan terbang free kargo hingga saat ini atas kerjasama antara Kementerian Perhubungan RI dan Pemerintah Yahukimo. 

“Dari 18 lapangan terbang, di antaranya yang sudah mulai berjalan dari Dekai- Korupun, Silimo, Pasema, Sobaham, Ninia, dan Anggruk-Dekai,” sebutnya. 

Jembatan udara sesuai peraturan Presiden nomor 70 dan peraturan harganya juga akan ditentukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 13 Tahun 2017 tentang besaran harga barang yang sudah subsidi kargo free.

“Kami akan subsidi itu hampir ada 25 barang kargo ke distrik-distrik untuk menjawab keluhan masyarakat, maka itu masyarakat yang tidak bisa datang ke kota karena jangkauannya jauh serta sulit itu mudah-mudahan dengan kehadiran kargo free (jembatan udara) bisa membantu dan menjawab keluhan masyarakat Yahukimo yang 46 distriknya ada di daerah di balik gunung ini,” lanjut Bupati. 

 

 

Koperasi 

Bupati Abock Busup menjelaskan, pemerintah juga akan menyiapkan koperasi untuk proses penyaluran barang-barang yang diterbangkan dengan subsidi. Harganya pun, lanjut Bupati, tidak seperti usaha-usaha masyarakat di kampung.  

“Harga akan lebih murah. Jadi barang yang sudah dikirim dengan kargo free melalui dinas Perindagkoop akan dijual lebih murah,” ungkap Abock. 

“Harga rokok 1 bungkus yang dulu dijual Rp 50 ribu akan dijual Rp 25 ribu, harga beras Rp 50 ribu jualnya Rp 20 ribu perkilogramnya dan lain-lain. Jadi besarannya akan ditentukan,” tuturnya. 

Menurut Bupati, penerbangan perdananya sudah dilaksanakan di Korupun dengan mengangkut beras raskin untuk masyarakat, kemudian selanjutnya sudah disalurkan ke Silimo, Pasema, Anggruk, Sobaham, dan Ninia. 

Diketahui, usia kabupaten Yahukimo telah memasuki 15 tahun ini. Dan, baru pertama kalinya mendapatkan kargo free. Pengamatan Jubi di lapangan, selama ini, harga beras di distrik antara Rp 40-50 ribu per liter, kemudian supermi dan mie sedap Rp 10 ribu per bungkus.

Red/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: