Warga Asmat Kirim Bantuan ke Korban Bencana Sulteng

Asmat, Papuatoday.id – Bantuan langsung yang diberikan kepada para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi tengah terus berdatangan, salah satunya dari warga Papua yang diwakilkan oleh Taruna Siaga Bencana Kabupetan Asmat, Provinsi Papua.

Bantuan berupa uang tunai senilai Rp50 juta dari warga Agats tersebut diberikan oleh enam anggota Tagana Asmat . “Rasa syukur kami bisa hadir di Palu untuk memberi bantuan kepada saudara-saudara kami,” tutur  Wakil Ketua Tagana Asmat Nur Etika Putra sesaat setelah tiba di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (22/10/2018).

Menurutnya, keberangkatan tim Tagana Asmat ke Palu merupakan bentuk solidaritas keluarga besar Asmat. Hal ini berkaca pada saat Kabupaten Asmat mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk awal tahun 2018 lalu, berbagai pihak datang membantu. Solidaritas datang dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Kini, lanjut Nur, saatnya warga Asmat turut membantu meringankan duka warga Sulteng. “Semoga yang kami lakukan dan kami berikan dapat bermanfaat sekalipun nilainya tidak seberapa. Kami Tagana Asmat siap kapan pun ketika tenaga kami diperlukan,” tuturnya serius. 

Dengan merogoh kocek sendiri, mereka menuju Palu. Mereka juga membawa bantuan berupa uang tunai sebesar Rp50 juta yang merupakan sumbangan dari warga Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat.  

“Dana tersebut kami belanjakan berbagai kebutuhan untuk warga terdampak bencana, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan di dapur umum. Kami juga siap membantu hingga masa tanggap darurat berakhir,” ujarnya. 

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat menyampaikan apresiasi setingging-tingginya kepada warga Asmat khususnya Tagana Asmat. 

“Solidaritas dan kebersamaan Tagana di seluruh pelosok Indonesia sangat luar biasa. Sejak hari pertama bencana di Sulteng, semua sigap bergerak membantu. Sebanyak 633 Tagana dari berbagai provinsi datang dengan berbagai tugas mulai dari membantu proses evakuasi, asesmen korban bencana, mendirikan dan mengelola dapur umum,” ujarnya. 

Sebanyak 633 Tagana tersebut datang dari berbagai provinsi di antaranya Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Baratm Sulawesi Utara, Jawa Timur, DKI Jakarta, Maluku, Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dirjen menjelaskan Tagana Asmat lahir merespon kebutuhan di Kabupaten Asmat untuk menangani KLB Campak dan Gizi Buruk awal 2018 lalu. 

“Relawan Tagana memiliki peran penting pada saat itu untuk membantu proses pendistribusian bantuan dan pendampingan di distrik-distrik tertentu berkaitan dengan komunikasi dengan warga setempat. 

Saat ini total terdapat 30 personel Tagana Asmat yang seluruhnya merupakan Tagana Muda. Mereka telah dilatih pengetahuan dasar tentang penanggulangan bencana, tugas dan fungsi Kementerian Sosial dan Dinas Sosial apabila terjadi bencana. 

“Mereka memiliki jiwa relawan yang tinggi dan militan. Kini mereka menjadi andalan Dinas Sosial Kabupaten Asmat dalam membantu tugas-tugas perlindungan sosial,” ujar Harry.

 

BACA JUGA :  Semakin Kurang Ajar, KNPB Kembali Beraksi di Universitas Cenderawasih

Red AWY / Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: