RSUD Jayapura Kesulitan Air

Jayapura, Papuatoday.id – Kondisi air bersih di Kota Jayapura memang belum sepenuhnya aman. Tak sedikit yang mengeluh terkait kondisi air yang terus minim masuk ke rumah-rumah.

Sistem perubahan jadwal juga akhirnya dilakukan pihak PDAM  untuk menjawab satu persatu keluhan warga. Meski sebelumnya Kepala BBKSDA Papua, Ir. Timbul Batubara menyampaikan bahwa kondisi air di Gunung Cycloop aman namun kenyataannya bertolak belakang.

Air belum sepenuhnya aman bahkan dari satu sampel di RSUD Jayapura beberapa waktu terakhir banyak pasien yang memilih mandi menggunakan air mineral. Ini tak lain karena air yang tak kunjung mengalir sementara setiap hari diperlukan.

“Kemarin sempat mati beberapa hari dan sulit sekali, kami bingung mau minta air di mana apalagi tangan kondisi tangan diinfus tentu sulit sekali,” kata Anita salah seorang pasien yang ditemui di rawat inap wanita RSUD Jayapura, Senin (22/10).

Ia menyebutkan bahwa beberapa pekan sebelumnya air benar-benar sulit dan bahkan sampai harus meminta keluarganya datang dengan membawa air di jerigen. Namun tak jarang ia dan teman satu ruangannya harus membeli air mineral untuk keperluan bersih-bersih di kamar mandi. “Kemarin kami terpaksa beli air mineral karena benar-benar tak mengalir,” katanya.

Untungnya dalam sepekan terakhir air telah kembali normal namun ia tak tahu apakah sumbernya dari PDAM atau dari bak penampungan milik rumah sakit.

Hal senada disampaikan Pak Ruben, salah satu keluarga pasien yang ditemui di ruang  bedah wanita. Ia menyebut bahwa selama hampir 2 bulan menjaga keluarganya, air sering sekali mati. Nantinya setelah ia sedikit bicara keras di bagian administrasi barulah diusahakan air mengalir. “Kemarin sulit sekali. Saya marah dulu  baru air disiapkan,” bebernya.

Dari pantauan Cenderawasih Pos di ruangan  bedah wanita dan ruangan penyakit dalam Adonia, air telah mengalir dan bak-bak di kamar mandi juga penuh.

Gedung instalasi gizi juga aman karena air dipasok menggunakan mobil tanki. Hanya di sini ada dua unit profile tank di depan  instalasi gizi yang berdiri gagah namun disebut tidak berfungsi. “Setahu kami dua tangki ini tidak berfungsi, selalu kosong,” ujar seorang pegawai yang enggan menyebut namanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura, Anggiat Situmorang yang dikonfirmasi mengakui adanya keluhan masyarakat terkait RSUD Jayapura yang tidak kunjung lagi dialiri air, sehingga menyebabkan stok air di rumah sakit milik Pemprov itu kering sama sekali.

“Betul informasi yang diberikan dan memang ada kekosongan air. Berdasarkan informasi yang saya terima dari PDAM Jayapura, ada pengurasan pipa Kojabu. Ini dilakukan karena air yang keruh akibat tingginya intensitas hujan belakangan ini, sehingga terjadi kemacetan,” ungkap Anggiat Situmorang kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/10) kemarin.

Dikatakan, petugas rumah sakit pun di sisi lain harus sigap melaporkan kekurangan pada pelayanan RSUD Jayapura, sehingga solusi bisa diberikan dengan segera tanpa adanya dampak bagi pelayanan kesehatan bagi pasien.

“Harusnya dikomunikasikan dengan cepat. Biasanya memang saya kalau inspeksi mendadak itu saat malam hari. Demikian, ketika ada kekurangan, saya hubungi langsung petugasnya biar cepat diantisipasi.  Bukan  sebaliknya dibiarkan, dalam hal ini sampai air itu kosong,” tambahnya.

Menyangkut persoalan air tersebut, Situmorang mengaku akan memanggil PDAM Jayapura untuk memberikan penjelasan teknis terkait kendala air di RSUD Jayapura. Artinya, dengan komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, solusi bisa kemudian diberikan bagi masyarakat, khususnya para pasien RSUD Jayapura.

“Sudah saya informasikan ke PDAM Jayapura agar pertemuan bisa dilakukan. Namun, berhubung Direktur PDAM Jayapura tengah di Jakarta, maka yang ditugaskan untuk bertemu saya nanti ialah Direktur Operasi PDAM Jayapura. Saya akan kumpulkan semua untuk melakukan pembahasan, sehingga jangan lagi terjadi seperti ini,” bebernya.

Pada dasarnya, terkait persoalan air bersih di RSUD Jayapura, banyak hal yang sementara tengah diupayakan manajemen RSUD Jayapura dan Pemprov Papua, sehingga pasien yang berobat itu dapat memperoleh air bersih.

“Air bersih untuk RSUD Jayapura itu sebenarnya cukup. Pasalnya, setiap hari RSUD Jayapura mendapatkan air bersih dari PDAM Jayapura sebanyak 17 liter per detiknya. Hanya saja, karena banyak pipa yang bocor, sehingga hal inilah yang menghambat, terlebih kala tidak diketahuinya letak kebocoran tersebut,” jelasnya.

Makanya, saat ini bersama PDAM Jayapura, RSUD Jayapura tengah melakukan re-instalasi sambungan pipa air ke RSUD Jayapura hingga ke seluruh toilet dan ruangan pasien.  Diperkirakan akan rampung pada 31 Oktober mendatang. Setelah itu harus dilakukan MoU antara Gubernur Papua dan PDAM Jayapura, sehingga penanganan dilakukan secara kontinyu dan pengawasannya dilakukan PDAM secara langsung.

“Kami berusaha agar saluran pipa rumah sakit dan di lingkungan sekitar rumah sakit itu dipisah. PDAM juga bersedia mensosialisasikan kebijakan baru ini, dimana pipa di internal RSUD Jayapura dan pipa air yang tersambung ke masyarakat sekitar RSUD Jayapura dipisah. Dengan demikian, masyarakat di lingkungan sekitar rumah sakit tidak lagi mengambil air dari yang khusus disalurkan ke rumah sakit,” pungkasnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura H. Entis Sutisna, SE., MM., mengungkapkan, dengan kondisi debit air yang semakin turun, akibat sumber air yang kini semakin berkurang, memang berdampak pada pelayanan distribusi air di pelanggan.

   Kondisi ini diperparah dengan adanya jaringan pipa air yang disambung secara ilegal oleh oknum warga yang akhirnya semakin mengurangi distribusi air pelanggan PDAM Jayapura. Hal ini juga dirasakan dalam pendidtribusian air di RSUD Jayapura.

  “Bulan Oktober ini, kami lakukan rehabilitasi jaringan pipa air di RSUD Jayapura. Kami pisahkan kembali, antara pelanggan warga kompleks rumah sakit dan pasien di rumah sakit. Kami tetap usahakan pelayanan distribusi air berjalan baik,’’ungkapnya, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

  Dengan perbaikan jaringan tersebut, nantinya distribusi air di rumah sakit semakin lancar. Karena selama ini kendala di rumah sakit, ada oknum warga kompleks rumah sakit sengaja membuat sambungan liar, untuk mendapatkan air.

  “Distribusi air di rumah sakit sejatinya dilakukan setiap hari. Namun untuk warga di sana, mendapatkan aliran air hanya setiap hari Senin dan Kamis. Untuk itu, kami harap warga jangan lagi melakukan sambungan ilegal, untuk mendapatkan distribusi air, karena ini mempengaruhi kelancaran air di rumah sakit,” pintanya.

 

Red/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: