37 Orang Dirawat Di RS Bhayangkara Jayapura Terkait Penyanderaan KKSB

Jayapura, Papuatoday.id Sebanyak 37 orang masih dirawat di RS Bhayangkara Jayapura, terkait aksi penyanderaan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua.

“Mereka yang dirawat bukan hanya guru dan tenaga medis, melainkan juga keluarganya yang turut mendampingi bertugas ke Mapenduma,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin kepada wartawan di Jayapura, Senin (29/10).

Ia mengatakan korban dirawat agar tidak trauma atas insiden yang mereka alami saat bertugas dan berada di Mapenduma.

Ketika ditanya tentang keinginan para guru untuk pulang ke kampung halamannya, mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu mengatakan bahwa pihaknya akan membahas dengan pemda karena mereka aparatur sipil negara (ASN).

“Yang utama dipulihkan terlebih dahulu trauma dan lainnya. Soal permintaan untuk pindah, tergantung pada pemda,” ujar Irjen Sormin.

Dari 37 orang yang dirawat di RS Bhayangkara, sebanyak 15 orang di antaranya adalah tenaga guru dan paramedis. Sisanya adalah keluarga, termasuk anak-anak yang mengikuti orang tuanya bertugas.

Selain melakukan penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga melakukan pemerkosaan terhadap salah satu guru hingga menyebabkan yang bersangkutan intensif di RS Bhayangkara sejak Sabtu (20/10).

 

BACA JUGA :  Pemprov Papua Menghendaki Perencanaan Pembangunan Berintegrasi Budaya Lokal

Aksi penyanderaan mulai 3 hingga 17 Oktober 2018. Korban dibebaskan dengan bantuan Kepala Puskesmas Mapenduma Naftali Wandikbo yang membantu mengamankan mereka dari gangguan KKB.

Para sandera dievakuasi dari Mapenduma ke Wamena, Kamis (18/10), dengan menggunakan pesawat berbadan kecil jenis caravan.

Red BTX / Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: