Polisi Papua Limpahkan Kasus Penjualan BBM Ilegal Ke Kejaksaan

 

 

Jayapura, Papuatoday.id  Penyidik Direktorat Polair Polda Papua melimpahkan berkas perkara beserta empat tersangka dan barang bukti kasus penjualan bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal jenis solar, ke Kejaksaan Tinggi Papua, Senin (29/10).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal kepada wartawan di Jayapura, Senin malam, mengatakan pelimpahan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti dilakukan setelah jaksa menyatakan berkasnya lengkap atau P 21 sejak Senin (22/10) melalui surat no 252/T.1.4/Euh. 1/10/2018 tertanggal 17 Okotber 2018.

“Keempat tersangka yang diserahkan ke kejaksaan yaitu LK (41) selaku nahkoda KM Kertaranegara beserta dua ABK-nya yakni S (26), dan K (40),serta AR (28) selaku Nahkoda KM Kairos II,” ujarnya.

Adapun pasal yang disangkakan berbeda-beda yakni untuk tersangka AR dijerat pasal 480 KUHP dan pasal 53 huruf (d) jo pasal 23 UU No 22 tahun 2001 tentang migas jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun.

Sedangkan untuk tiga tersangka lainnya yaitu LK, S,dan K disangkakan melanggar pasal 374 KUHP dan pasal 53 huruf (d) jo pasal 23 UU no 22 tahun 2001 tentang migas jo pasal 55 ayat (10 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun.

Kasus penjualan BBM secara ilegal itu dilakukan anak buah kapal (ABK) KM Kertanegara kepada KM Kairos II yang terjadi di perairan Teluk Youtefa Jayapura.

 

BACA JUGA :  Kampanyekan #2019GantiPresiden, Neno Warisman & Mardani Ali Sera dipolisikan

Kasus tersebut terungkap setelah anggota Polair Polda Papua yang dipimpin Direktur Polair Kombes Pol Bambang Yulianto, 27 Agustus 2018.

BBM jenis solar yang dijual secara ilegal jenis solar itu sekitar 35 ton yang sebelumnya disimpan di dalam “double button” kapal dan dijual seharga Rp4.000/liter.

Red BTX / Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: