Polisi periksa 25 saksi terkait penambangan ilegal

Jayapura, Papuatoday.id – Penyidik Direktorat Reskrim Umum Polda Papua sudah memeriksa 25 orang saksi terkait kasus penambangan ilegal di Korowai, Kabupaten Boven Digoel.

“Para saksi yang dimintai keterangannya itu termasuk saksi ahli di bidang pertambangan dari Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Selasa.

Ia mengatakan pemeriksaan kepada para saksi terkait kasus yang ditangani Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) dengan AS yang merupakan tangan kanan dari MT alias Ungke (54) yang ditangkap di Agats, 22 Oktober lalu.

Ungke sempat melarikan dari dari Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digul ke Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

Dari Dekai, Ungke kemudian melarikan diri dan ditangkap Senin dini hari (22/10) sekitar pukul 03.30 Wit.

Saat ditangkap, diamankan juga 110 gram emas yang diduga hasil penambangan ilegal dan uang Rp20 juta.

Selain menangkap Ungke, yang merupakan pemodal di penambangan ilegal yang mempekerjakan 60 orang, penyidik juga mengamankan tiga unit helikopter yang digunakan untuk mengirim berbagai keperluan untuk penambangan.

“Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 161 jo Pasal 48 dan atau Pasal 158 jo Pasal 48 UU No 4 tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun dan denda Rp10 miliar,” ujar Kombes Kamal.

 

BACA JUGA :  Proyek Terminal Bandara Mozes Kilangin Timika Dikebut, harus Kelar Desember 2018

Red BTX/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: