PPAD Sarankan Pelibatan Korps Zeni Tempur (Zipur) Untuk Bangun Papua

Jakarta, Papuatoday.id – Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Purnawirawan) Kiki Syahnakri menyarankan agar pemerintah melibatkan Korps Zeni Tempur (Zipur) TNI AD dalam membangun di Papua, terutama di wilayah yang rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Kami mendorong pemerintah mendayagunakan Satuan Zeni TNI dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang rawan gangguan kelompok bersenjata di Papua,” ungkap Kiki dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (07/12).

Ia mengatakan bahwa Korps Zeni selama ini memiliki kemampuan menyangkut kemampuan mekanis teknologi, termasuk membangun infrastruktur, seperti jalan disamping kemampuan mereka dalam bantuan tempur, konstruksi, dan bangunan perang.

Menurutnya, pembangunan di Papua tetap harus dilanjutkan karena kehadiran KKB disebabkan masalah keadilan sosial yang belum baik dan TNI/Polri harus terus mengawal pembangunan dari gangguan kelompok bersenjata.

“Sudah benar pembangunan di Papua tidak berhenti, dan TNI/Polri harus terus mengawal,” ujarnya.

Selain itu, dia menilai tidak beralasan terkait dengan alasan KKB menyerang pekerja di Nduga, Papua karena mereka sebenarnya anggota Korps Zeni yang sedang membangun jalan.

Menurut dia, Korps Zeni ketika membangun masyarakat melakukan pembangunan jalan raya selalu menggunakan seragam TNI dan pekerja yang tewas di Nduga merupakan warga sipil.

“Itu alasan mereka saja, Korps Zeni pasti menggunakan seragam karena korban penembakan di Nduga merupakan warga sipil. Kelompok bersenjata sudah tahu mereka adalah warga sipil,” ungkapnya.

Sebelumnya, puluhan pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, dilaporkan dibunuh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB), pada Minggu (02/12).

Polda Papua menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama sementara delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh KKB dan satu orang belum ditemukan.

Pada Senin (03/12), KKSB juga menyerang pos TNI di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, hingga menewaskan Serda Handoko yang sedang berjaga di pos tersebut.

 

Baca Juga :  Presiden Jokowi Perintahkan Panglima-Kapolri Cek Peristiwa Nduga

Kini, jenazah Sertu Anumerta Handoko telah dievakuasi dan dimakamkan di Sorong, Papua Barat.

Sementara 16 jenazah yang ditemukan aparat gabungan TNI-Polri di lokasi pembunuhan, sudah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, untuk diidentifikasi DVI Polda Papua di rumah sakit Caritas Mimika.

Tiga jenazah lainnya masih dicari lokasi di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga.

Red AW / Papuatoday.id

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: