Anak-Anak Muda Papua Kecerdasannya Dapat Penghargaan Internasional

papuatoday.id – Banyak anak-anak muda Papua cerdas dan berprestasi. Bahkan prestasinya diakui dunia. Mereka adalah pemuda Papua yang bisa mengharumkan nama Papua dan Indonesia di mata dunia. Kecerdasan mereka mendapatkan penghargaan internasional di berbagai bidang.

Inilah para pemuda Papua yang berhasil mendapat penghargaan internasional. Mereka ingin menularkan keberhasilan pada pemuda Papua dan seluruh pemuda di seluruh wilayah Indonesia:

1. Masuk Tim Penelitian NASA

Dua siswa SMA bernama Bob Royend Sabatino Kaway dan Thinus Lamek Yewi berhasil lolos masuk tim penelitian NASA pada Maret 2016. Saat itu mereka bersekolah di SMA Advent Doyo Baru kelas XII, di Distrik Waibu, Desa Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua.

Awal keberhasilan keduanya saat Dinas Pendidikan berkunjung ke sekolah dan menyeleksi anak-anak untuk bisa bergabung dalam tim penelitian NASA. Kesempatan ini tak dilewatkan Bob dan Thinus. Mereka mengikuti seleksi awal di Dinas Pendikan Jayapura.

Mereka bergabung dalam tim Padi. Bob dan Thinus meneliti apakah padi bisa tumbuh di luar angkasa. Kemudian ide mereka dicanangkan oleh para ahli dan Dinas Pendidikan.

2. Pemuda Papua Juara Lomba Fisika Dunia

Namanya Septinus George Saa. Dia menjuarai kompetisi dunia, yaitu First Step to Nobel Prize dalam Fisika pada tahun 2004 saat ia masih duduk di bangku SMA. Kemudian ia melanjutkan studi dengan gelar sarjana dalam bidang Aerospace Engineering di Florida, Amerika Serikat setelah lulus SMA.

George kini melanjutkan studi S2 teknik material di Inggris. Ia ingin menularkan keberhasilannya pada anak-anak Papua lainnya. George ingin dalam tiga sampai lima tahun ke depan ada institusi riset di Indonesia untuk “menggabungkan teknik dirgantara dengan teknik mesin” yang ia pelajari.

Ia juga ingin menggratiskan pendidikan sekolah dasar di Papua. “Menurut saya, sekolah dasar harus digratiskan, anak sekolah dijemput tiap hari pulang perginya. Makanan siang di kasih gratis di sekolah, dan program pembimbingan khusus disediakan untuk ketrampilan khusus. Ini untuk SMP-SMA,” kata George.

3. Juarai Lomba Matematika di China

Alvionita Kogoya, pemudi asal Nduga, Papua yang berhasil meraih medali perunggu dalam World Mathematics Team Championship (WMTC) tahun 2014 yang digelar di China, saat duduk di bangku SMP. Kecerdasannya di bidang matematika ia tunjukkan melalui beragam juara lomba matematika tingkat nasional dan internasional.

Nita sempat mengaku kurang pandai dalam akademik saat SD. “Dari Pemda Nduga jadi diambil anak-anak yang kurang bisa pelajaran, terus saya dibawa ke Tangerang ke Surya Institute, diajar,” ujar Nita. 

Di sekolah itu, Nita belajar mulai pukul 07.00 hingga 17.00 wib. Lalu dilanjutkan pelajaran khusus matematika pukul 19.00 wib hingga selesai.

 

Baca Juga :  BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Red/papuatoday.id

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: