Kami Tim Papua Today Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Harga BBM Seragam per Juni

Jakarta, Papuatoday.id – Pelaksanaan kebijakan BBM satu harga telah mencapai 131 titik lembaga penyalur. Angka ini satu titik melebihi target, yaitu 130 titik. Secara keseluruhan, BBM satu harga diharapkan bisa terealisasi di seluruh wilayah di Indonesia pada Juni 2019. “Sampai akhir 2018, sesuai dengan target pemerintah, BBM satu harga dilaksanakan di 130 lokasi, khususnya di kecamatan-kecamatan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T),” kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa di kantor Kementerian ESDM, Senin (31/12).

Fanshurullah bersyukur target 130 titik itu terlampaui. Berdasarkan laporan BPH Migas, sampai akhir 2018 kebijakan BBM satu harga sudah dilaksanakan di 131 lokasi. “Jadi ada satu lokasi tambahan yang kami majukan, karena memang sudah siap.

Yang kemarin saya resmikan di Maluku Tenggara Barat, yaitu di Saumlaki. Realisasi 131 penyalur Program BBM Satu Harga tersebar di beberapa pulau, yaitu 29 penyalur di Pulau Sumatera, 33 di Kalimantan, 14 di Sulawesi, 11 di Maluku dan Maluku Utara, 26 di Papua dan Papua Barat, 14 di NTB dan NTT, satu di Bali, dan tiga penyalur di Jawa dan Madura.

Dari realisasi 131 penyalur ini terdapat satu titik penyalur PT Pertamina (Persero) yang merupakan percepatan dari target tahun 2019. Realisasi program ini pada 2018 diproyeksikan dapat menjangkau lebih kurang 421.955 keluarga. Artinya BBM satu harga dapat dinikmati oleh kurang lebih 2 juta warga/penduduk Indonesia di berbagai wilayah 3T.

“Pada 2017 Pertamina bisa membangun 54 lokasi, 2018 sebanyak 68 lokasi. PTAKR Corporindo pada 2017 membangun tiga lokasi, dan tahun 2018 ini di 6 lokasi. Totalnya 131 lokasi, akumulasi BBM 1 Harga sejak akhir 2016”, ujar Fanshurullah.

Program yang dicanangkan Presiden pada akhir tahun 2016 ini ditujukan agar harga jual resmi BBM jenis bahan bakar penugasan (Premium/RON 88) sebesar Rp 6.450 per liter dan jenis bahan bakar tertentu (Solar) Rp 5.150 per liter hingga ke daerah- daerah pelosok Indonesia pada konsumen bisa sama. Ini sebagai upaya pemerintah mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Pemerataan BBM Satu Harga akan dirasakan oleh warga Indonesia yang tinggal di bagian timur, tengah, dan barat. Misalnya di Papua yang sering menjadi sorotan lantaran harga BBM lebih tinggi ketimbang di Jawa dan wilayah lainnya.

Harga di Papua bisa mencapai Rp 40.000 hingga Rp 100.000 per liter. Dengan kehadiran BBM 1 Harga, masyarakat yang tinggal khususnya di wilayah-wilayah 3Tsebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Migas Nomor 0062.K/10/DJM.O/2018 dapat merasakan harga BBM penugasan dan BBM subsidi sama dengan daerah lainnya. Tahun 2019, Kementerian ESDM dan BPH Migas menargetkan kebijakan BBM Satu Harga dapat mencapai 160 titik dengan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, Polri, dan badan usaha pelaksana penugasan BBM 1 Harga yaitu Pertamina dan PTAKR Corporindo. “Untuk 160 lokasi ini, sisanya tinggal 29. Pertamina sudah ada dua lokasi yang siap operasi, di Maybrat, Papua Barat, dan satu lagi di NTT. Tapi ini 131 saja sudah melampaui target, dan sisanya akan kami selesaikan. Mudah-mudahan yang 29 tadi bisa diselesaikan dan diresmikan sebelum Juni 2019. Kami bisa kebut, tidak perlu tunggu sampai akhir tahun,” ujar Fanshurullah.

 

Baca Juga :  Kapolda Papua: Operasi Penindakan KKB Tinggal Tunggu Waktu

Red BTX/Papuatoday.id

 

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: