Selamat Merayakan Hari Natal 25 Desember 2018 & Menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2019

Hoax Soal TNI/Polri Sandera Rombongan Ketua DPRD Nduga

 

Jayapura, Papuatoday.id – Setelah isu serangan udara dan bom phosphor di Kabupaten Nduga serta berbagai macam bentuk propaganda-propaganda lainnya digulirkan oleh pihak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) sebagai upaya untuk mencari pembenaran atas tindakan keji pembantaian terhadap puluhan masyarakat sipil di Distrik Yigi, Nduga awal Desember lalu. Kini gerombolan separatis bersenjata itu kembali melemparkan isue hoax melalui Sebby Sembom yang mengklaim dirinya sebagai Juru Bicara KKSB (meskipun hal tersebut tidak diakui oleh anggota KKSB lainnya). Sebby Sembom (yang mengklaim dirinya sebagai Juru Bicara KKSB) menyatakan bahwa TNI-Polri menyandera rombongan ketua DPRD Nduga yang akan masuk ke Mbua Kompleks. 

“Jumlahnya mungkin puluhan, karena rombongan tim yang disandera,” ujar Sebby Sembom (yang mengklaim dirinya sebagai Jubir KKSB) melalui pesan teks pada Selasa 1 Januari 2019. Dalam rombongan tersebut, kata dia, ada Ketua I dan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nduga.

Sebby Sembom (yang mengklaim sebagai Jubir KKSB) saat ini bermukim di Papua Nugini, menceritakan bahwa pada 28 Desember 2018, rombongan tim melakukan perjalanan dari Wamena sekitar pukul 10.30 WIT menuju Yigi. Saat sedang berada di Mbua, rombongan disandera oleh TNI-Polri yang berjaga di daerah tersebut.

“Selain dari Sebby Sembom, saya juga mendapat kiriman laporan dari seseorang yang bernama Abola Botac Kogoya yang dikirimkan ke berbagai media besar yang intinya sama yang diberitakan oleh Sebby Sembom,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasi Kol Inf Muhammad Aidi dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews.

Menurut Aidi, beberapa media massa minta klarifikasi tentang berita tersebut. “Saya berterimakasih atas profesionalisme media yang tidak asal memberitakan suatu informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Namun demikian Saya juga sangat menyayangkan beberapa media yang hanya sekedar kejar tayang yang penting bisa membuat sensasi tanpa berusaha mencari data dan fakta otentik secara bertanggung jawab,” timpal Aidi.

Institusi TNI-Polri, kata dia, adalah institusi yang sangat terbuka, 1X24 jam kami siap dihubungi untuk klarifikasi. 

“Selaku Kapendam mewakili institusi TNI khususnya Kodam XVII/Cenderawasih berulang kali Saya sampaikan ke media bahwa segala pernyataan yang saya keluarkan ke publik saya siap pertanggung jawabkan baik secara moral maupun secara hukum. Apalagi korban yang dikisahkan dalam ‘dongengnya’ Sabby Sambon itu adalah para pejabat. Tentunya mereka juga dapat dihubungi setiap saat apakah benar mereka sekarang sedang disandera oleh TNI-Polri,” ujar Aidi.

Dia berharap bapak Ketua I DPRD Kab Nduga Alimi Gwijangge dan Ketua II DPRD Kab Nduga Dinar Kalnea, yang disebut oleh Sebby Sembom (mengaku-ngaku sebagai juru bicara KKSB) sedang disandera oleh TNI-Polri mau secara jujur dan terbuka mengklarifikasi informasi ini ke media agar tidak muncul persepsi publik bahwa mereka juga adalah bagian dari pembuat berita hoax tersebut. “Menurut saya ini sangat penting demi untuk menjaga kredibilitas bapak bapak ketua DPRD selaku pejabat,” imbau Aidi.

 

BACA JUGA :  Kapolres : Terima Kasih Atas Dukungan Masyarakat Mimika

Red BTX/Papuatoday.id

Komentar Anda

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: