Kami Tim Papua Today Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H

Papua Mandiri Investasi Akan Kelola 10 Persen Jatah Papua Atas Saham Freeport

Jayapura, Papuatoday.id – Pemerintah provinsi papua saat ini sedang menyiapkan pendirian perusahaan daerah, yang juga termasuk dalam agenda tahun 2019.

Perusahaan daerah itu bernama Papua Mandiri Investasi (PMI), yang maksud pendiriannya adalah untuk mempersiapkan pembagian saham PT Freeport. Dimana sebelumnya melalui PT Inalum, pemerintah pusat sudah membeli 51 persen saham milik perusahaan tambang raksasa milik Mc Moran itu.  Pemerintah provinsi sendiri mendapatkan saham sebesar 10 persen yang akan dikelola PMI.

“Saham 10 persen ini yang akan kita terima (Papua-red).  Sehingga didalam perusahaan itu kita juga ingin akan menjadi lampiran  izin usaha pertambangan khusus (IUPK) maupun Kontrak Karya. Harus ada Peraturan Gubernur (Pergub) juga dipersiapkan. Termasuk hak – hak pemerintah provinsi yang harus didapatkan,”terang  gubernur papua lukas enembe kepada wartawan akhir Desember 2018 lalu di Gedung Negara Jayapura.

Hak – hak pemerintah provinsi itu seperti,

Galian C , Pajak air dan permukaan, alat – alat berat dan juga royalty atas keuntungan usaha penambangan itu.

“Banyak hal yang nantinya didapatkan. Tetapi semua Itu akan kita buat Peraturan daerah. Nantinya tanggal 10 Januari sebelum sidang dilanjutkan, akan dilakukan penetapan dulu,”ujarnya singkat.

Sebelumnya Head Of Corporate Communications & Government Relations PT Indonesia Asahan Almunium (Inalum) Rendi A Witular menegaskan, saat ini PT Inalum bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Papua  untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Terkait total investasi yang disepakati oleh PT Inalum di PT Freeport Indonesia.  Kata Rendi, 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai Rp. 54 triliun, jika dalam bentuk kurs dollarnya senilai USD 3,85 milliar. “Kalau dikurskan sekitar Rp. 54 triliun. Tapi jangan lupa kita keluar dari Rp. 54 triliun itu untuk mendapatkan kekayaan tambang senilai lebih dari Rp. 2200 triliun dengan laba bersih setelah tahun 2023 diatas USD 2 millar X Rp.14.500,- yang sesuai dengan nilai kurs rupiah saat ini,”ujarnya.

Sedangkan untuk perhitungan 10 persen. Nantinya akan ditalangi oleh pihak Inalum. “Setelah itu nantinya dicicil oleh mereka (Pemerintah provinsi-red) lewat pembagian deviden. Nah dari deviden ini tidak semuanya kita ambil untuk bayar cicilan. Jadi ada sebagian deviden untuk membayar hutang dan sebagian besar nantinya dinikmati oleh Pemerintah daerah,”ujarnya.

Dijelaskannya lagi untuk saham PT Freeport tanggungan  Papua sekitar 10 persen senilai USD 820 juta dengan nilai kurs Rp. 14.500,-

 

Baca Juga :  Polres Jayapura Amankan 30 Unit Sepeda Motor

Red BTX/Papuatoday.id

 

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: