Kami Tim Papua Today Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H

Mahasiswa Oxford Putra Papua Yang Berjuang Untuk Kemajuan Pendidikan NKRI

Jayapura, Papuatoday.id – Membantu orang tua berjualan kue di pasar tradisional, itulah kegiatan mahasiswa program pascasarjana Universitas Oxford Inggris asal Papua, Billy Mambrasar semasa kecil. Walau hidup penuh pilu di bawah garis kemiskinan, impiannya untuk memajukan pendidikan Tanah Air, khususnya di tempat kelahirannya, tak pernah padam.

“Kami tidak punya listrik dan juga kurang makan sehari-hari. Papa tidak punya pekerjaan tetap, dan mama adalah penjual kue di pasar tradisional. Saya bantu-bantu mama berjualan kue,” ujarnya.

Keadaan tersebut membuatnya memacu akal, pikiran, dan tenaganya agar dapat memiliki pengetahuan luas dan meraih nilai akademik tinggi. Alhasil, Billy remaja lolos seleksi masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan di Papua sebagai batu loncatannya menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) program sarjana.

Seolah tak puas menimba ilmu di Indonesia, dia memburu beasiswa kuliah ke luar negeri. Upayanya tentu tidak sia-sia, dia diterima di program pascasarjana di Universitas Nasional Australia, lalu menyeberang ke Inggris di Universitas Oxford. Billy tak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk itu.

Kendati demikian, dia tak tinggal diam melihat keluarganya hidup serba kekurangan. “Saya bekerja di sebuah perusahaan MNC dan mengangkat orang tua saya dari kemiskinan, termasuk menyekolahkan adik-adik dan keponakan saya,” ucapnya menandasi.

Dari situ, Billy menilai bahwa pendidikan adalah kunci utama menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dia menyaksikan betapa pendidikan dapat menyelamatkan kehidupan seseorang dari berbagai kesulitan yang menimpa tak pandang bulu.

Bersama Ayahnya, dia melakukan gebrakan dengan mendirikan pendidikan informal di kediamannya. Dia menamakan pusat kegiatan belajar mengajar tersebut dalam bahasa kedaerahan Papua dengan sebutan Kitong Bisa yang dalam bahasa Indonesia berarti kita bisa. Tujuannya untuk menolong anak-anak lain mengangkat derajat orang tuanya dari kemiskinan.

“Sekarang learning centers kami sudah ada 4 atas mama kami, dan 9 learning centers lain yang kami inkubasi di seluruh Indonesia dengan lebih dari 500 anak sejauh ini, dan sekitar 50-an volunteers yang tersebar,” ucap Billy.

Sayangnya, gebrakan baru untuk memajukan pendidikan Indonesia Timur ini belum mendapat respons positif dari pemerintah pusat maupun daerah. Sebaliknya, Billy mengatakan, Kitong Bisa membantu Pemprov Papua dalam revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di sana.

“Kita malah dibantu sama lembaga-lembaga internasional seperti kedutaan Australia dan Amerika dalam bentuk keuangan, jaringan, dan macam-macam. Tentunya bantuan tersebut dibutuhkan untuk operasional budgeting kami,” katanya.

Selain itu, dukungan lain juga diberikan dari mantan anak didik Kitong Bisa yang sudah bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Mereka menaruh perhatian kepada mahasiswa Oxford ini untuk mengembangkan usahanya di sektor pendidikan.

“Mereka yang sedang berkuliah di luar Papua akan magang dan membantu tim kita di Jakarta,” ujarnya.

Melihat usaha Billy, President Oxford Society of Indonesia Rio Haminoto mengatakan, Universitas Oxford mendukung gebrakan yang dilakukan Billy. Pada beberapa acara yang diadakan Oxford Society, kata Rio, sering melibatkan Billy untuk membangun perhatian masyarakat soal usaha putra Papua ini.

“Dukungan paling nyata dari Oxford Society kepada Kitong Bisa yang dikomandoi Billy adalah dengan menyediakan panggung bagi Billy untuk menyuarakan pemikiran progresifnya tentang pendidikan dalam bentuk social enterprise dengan harapan dapat memberikan efek bola salju kepada lingkungan sekitar.

 

Baca Juga :  Papua Bakal Punya Stadion Keren

Red BTX/Papuatoday.id

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: