Tokoh Masyarakat Mimika Berharap Agar Jangan Sampai Proses PHPU Picu Konflik Daerah

 

Timika, Papuatoday.id, (18/06/2019) –  Proses sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi jangan sampai memicu konflik antarkelompok pendukung kedua pasangan capres-cawapres. Apalagi sampai menjalar ke daerah.

Yosep Yopi Kilangin (Tokoh Masyarakat Papua) di Kabupaten Mimika, Papua, mengharapkan semua pihak harus menghormati proses hukum sengketa Pilpres 2019 yang tengah berlangsung di MK. “Mari kita hormati proses hukum yang sekarang sedang berlangsung di MK. Jangan lagi ada demonstrasi apalagi tindakan anarkis seperti yang terjadi pada 21–22 Mei lalu di Jakarta sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Yopi Kilangin.

Mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004–2009 itu menilai kontestasi Pilpres 2019 yang hanya diikuti dua pasangan capres-cawapres yaitu pasangan Joko Widodo-Mar’uf Amin (nomor urut 1) dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 2) memang membuat polarisasi masyarakat Indonesia semakin tajam.

Persaingan tajam antarkedua kubu hingga massa pendukung kedua kubu tersebut, katanya, tidak bisa terelakan hingga menjurus kepada hal-hal negatif tidak saja di media sosial tetapi juga dalam kehidupan realita masyarakat di berbagai tempat.

Yopi menambahkan benih-benih konflik itu tumbuh dari awal sampai berakhirnya pilpres bahkan hingga saat ini. “Sedari awal memang ini sangat riskan. Masa kampanye yang sangat lama sampai delapan bulan itu juga membuat persaingan makin panas, bahkan massa kedua kubu saling berhadap-hadapan, saling caci maki di media sosial,” ujarnya.

Yopi menyambut positif langkah hukum yang ditempuh pasangan Prabowo-Sandiaga yang membawa persoalan Pilpres 2019 ke ranah MK. Namun, Yopi tidak yakin massa pendukung dan simpatisan Prabowo-Sandiaga seluruhnya bisa menerima keputusan untuk menyelesaikan sengketa Pilpres 2019 melalui jalur konstitusional tersebut.

“Penggemar dan pendukung itu punya reaksi bermacam-macam, ada yang menerima untuk membawa masalah ini ke MK, tapi pasti ada pihak yang tidak menerima solusi seperti itu, apalagi bagi kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang hanya mendompleng,” ujarnya.

Ia berharap aparat keamanan memberikan jaminan penuh agar selama proses sidang sengketa Pilpres 2019 di MK tidak lagi menimbulkan kericuhan di Jakarta dan sekitarnya, apalagi jika imbasnya sampai ke daerah-daerah. “Harap semua proses ini tetap ada di lingkup Jakarta, jangan dibawa-bawa ke daerah,” katanya.

 

Baca Juga :  JAGO MERAH MENYAMBAR KPU DAN DUKCAPIL KABUPATEN NDUGA LUDES TERBAKAR.

RED BTX/Papuatoday.id

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: