Tokoh Masyarakat Pegunungan Tengah Tolak Peredaran Miras

 

 

Timika, Papuatoday.id, (19/06/2019) –  Sebagian besar kejahatan yang terjadi di berbagai wilayah di Papua disebabkan oleh miras. Menanggapi permasalahan ini Pusat Pengendalian Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MAPTP) menyatakan sikap untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Mimika.

Marthen Omaleng (Ketua P2MAPTP) mengatakan, penyebab konflik di Timika adalah miras. Adanya korban jiwa karena miras dan sebagian besar kejahatan terjadi di Mimika karena miras. Karena itu para kelapa suku membuat kesepakatan untuk menghentikan peredaran dan menutup tempat penjualan miras di Timika.

“Miras harus ditutup karena sudah banyak korban jiwa, generasi mudah orang Papua hancur karena peredaran miras dan miras adalah akar dari semua permasalahan,” tegasnya.

Pernyataan sikap P2MAPTP itu berdasarkan kesepakatan dari beberapa kepala suku pegunungan Papua di Timika yang memiliki hak ulayat. Pernyataan sikap itu di sampaikan dalam kegiatan diskusi yang dilakukan P2MAPTP di halaman kantor P2MAPTP tersebut.

“Para kepala suku sudah sepakat dan nyatakan sikap untuk menghentikan peredaran miras di Timika. Karena dinilai memicu segala permasalahan di Timika. Sudah banyak korban jiwa akibat miras. selanjutnya kita akan membuat kesepakatan dengan Pemda Mimika untuk mencari solusi agar tempat penjualan miras segera ditutup,” jelasnya.

Di akuinya, memang benar miras merupakan salah satu dari pendapatan daerah, namun harus dilihat kembali dampak dari miras tersebut. Karena itu P2MAPTP meminta pemerintah daerah untuk mengkaji kembali penjualan miras tersebut.

 

Baca Juga :  Nelly Suryani Pimpin REI Papua Periode 2018-2021

RED BTX/Papuatoday.id

 

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: