Dandim Mimik Antisipasi Pergerakan KKSB Jelang Peringatan 17 Agustus

Jayapura, Papuatoday.id, (09/08/2019) – Letnan Kolonel Inf Pio L. Nainggolan (Komandan Kodim 1710/Mimika) mengatakan, pihaknya baru saja melakukan rapat rutin untuk menganalisa dan mengevaluasi perkembangan situasi khususnya di wilayah obyek vital nasional Freeport.

“Ada beberapa hal menonjol khususnya terkait pergerakan kelompok separatis bersenjata. Kami membaca ada indikator gerakan kelompok separatis bersenjata khususnya yang akan menuju ke wilayah Tembagapura,” katanya.

Dandim mengatakan, antisipasi penting dilakukan menjelang 17 Agustus, jangan sampai kelompok bersenjata tersebut melakukan aksi-akdi yang dapat mencederai HUT RI.

“Namun, pada prinsipnya kami siap dengan mengoptimalkan pos-pos yang sudah tergelar. Kemudian kita akan upaya ke depan untuk menyempitkan lagi prediksi-prediksi ke mana mereka akan melakukan pergerakan,” katanya.

Antisipasi keamanan tidak hanya terbatas di area PT. Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura, tetapi juga Mimika secara keseluruhan.

Dandim menyebut jalur klasik pergerakan KKSB ke wilayah Tembagapura selama ini melalui dua rute yaitu Ilaga-Aroanop hingga Banti dan rute Ilaga-Jila-Tsinga hingga pegunungan Grasberg.

“Tapi kita perlu antisipasi, ada rute-rute baru yang dibangun oleh mereka. Kemudian sumber logistik mereka salah satunya dari Timika,” katanya.

Di samping itu, intelijen juga mengendus adanya rencana rapat pertemuan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi politik pro Papua Merdeka namun akan dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara.

“Tidak di wilayah Mimika, ini masih kita telusuri. Tadi teman-teman community intelijen menyampaikan bahwa akan ada rapat KNPB di Manado,” bebernya.

Meski begitu, Dandim meyakini KNPB yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia tidak akan membuat aksi di wilayah Mimika pasca markas mereka dikuasai aparat TNI/Polri.

“Keberadaan KNPB sendiri di Timika, seperti diketahui mereka sudah tidak aktif. Tetapi, masih ada upaya-upaya untuk mengaktifkan kembali, sehingga perlu kita antisipasi,” imbuhnya.

Sekretariat KNPB Timika di Jalan Sosial, ujung Bandara Mozes Kilangin Timika kini telah diduduki aparat gabungan TNI/Polri menyusul putusan Pengadilan Negeri Kota Timika memenangkan kepolisian atas sengketa lahan dan penguasaan bangunan.

“Secara fisik, Sekretariat KNPB tetap kita kuasai pasca putusan pengadilan. Ada 9 orang personel gabungan ditempatkan melakukan pengamanan di sana di bawah kendali Polres Mimika. Kita tidak ingin ada keberadaan separatis di Tanah Papua ini,” pungkasnya.
[11:09 PM, 8/10/2019] +62 821-4164-2177: Inpres Baru PON 2020 Papua Bisa Mempercepat Pembangunan Venue

Alexander Kapisa, ST Plt. (Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua) mengatakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) harus mempercepat terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) baru.

“Kami sedang menunggu Inpres baru yang saat ini sedang berproses untuk mendapatkan paraf dari Menteri PMK,” katanya.

“Inpres baru ini sangat penting untuk segera disahkan karena bagi kami di Papua Inpres ini nanti akan menjadi acuan bagi kami dalam melakukan perubahan APBD, baik APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/Kota. Untuk itu kami mohon agar Inpres ini dapat segera ditandatangani oleh Bapak Presiden,” lanjutnya.

Menurut Kapisa, secara umum penyiapan venue, baik yang disiapkan oleh PUPR sebagaimana yang ditugaskan oleh Inpres No 10 tahun 2017 maupun yang didanai oleh APBD terus berlangsung.

“Pengerjaan venue saat ini menunjukkan grafik yang menggembirakan. Saat ini pembangunan istora dan aquatik serta hoki dan kriket menunjukkan deviasi yang positif, bahkan lebih cepat dari yang ditargetkan,” jelasnya.

“Demikian juga dengan venue yang dibiayai APBD yang sudah berjalan juga capaiannya sesuai dengan target. Misalnya GOR Futsal di Kabupaten Mimika sudah mencapai 80 persen penyelesaiannya,” katanya.

Suwarno (Wakil Ketua KONI) mengatakan, bahwa sampai saat ini masih terdapat beberapa venue yang masih belum dikerjakan.

“Pemprov Papua perlu lebih fokus lagi untuk mempercepat proses-proses pembangunan venue-venue PON ini,” kata Suwarno.

“Dalam pembangunan venue tersebut sekali lagi kami ingatkan agar memperhatikan standar-standar yang telah ditetapkan oleh masing-masing cabor, karena berkaitan dengan pengakuan dari hasil yang diperoleh yang harus didukung dengan standar venue yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Eltinus Omaleng (Bupati Mimika) menyampaikan bahwa saat ini penyiapan venue yang ada di Kabupaten Mimika semua sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Kami akan memberikan dukungan untuk pembangunan venue dalam APBD perubahan kami, dan seluruhnya kami targetkan selesai pada bulan Juli 2020,” katanya.

“Saat ini kita akan memantau pending issue dan tindaklanjut yang sudah dilakukan agar kita bisa merumuskan kebijakan selanjutnya,” jelasnya.

Dari identifikasi pending issue, Kementerian/Lembaga telah menyampaikan komitmen dukungan kegiatan dalam rencana kegiatan masing Kementerian/Lembaga pada tahun 2020, seperti kementerian kesehatan dan kementerian perhubungan.

Standar pelayanan yang akan diberikan mengacu pada standar pelayanan yang diberikan pada saat pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang pada tahun 2018 yang lalu.

RED BTX/Papuatoday.id

Posting Terkait

Baca Juga :  Tiga Perwira Polres Mimika Bersaksi Di Sidang Aktivis KNPB

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: