Lukas Enembe Apresiasi Masyarakat Papua Tidak Terprovokasi

Jayapura, Papuatoday.id, (21/08/2019) – Papua yang merupakan provinsi paling timur di wilayah Indonesia dianugerahi keberagaman mulai dari kekayaan alam hingga rasa toleransi yang tinggi. Jika ingin melihat Indonesia dalam miniatur, bolehlah datang ke Tanah Papua.

Pasalnya, beragam suku, bahasa, adat istiadat, agama dan ras sudah hidup berdampingan di Provinsi Papua sejak 1 Mei 1963 ketika wilayah ini bergabung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berbagai gejolak yang datang silih berganti menerjang provinsi tertimur di Indonesia ini pun tak melunturkan tingginya rasa toleransi di Tanah Damai Papua.

Untuk itu, Lukas Enembe (Gubernur Papua) pun memberikan apresiasi yang tinggi terhadap masyarakat di wilayahnya yang tidak terprovokasi hingga akhirnya melakukan tindakan anarkis dan pada akhirnya justru merugikan banyak orang.

Bahkan pemerintah daerah setempat meminta untuk menghindari adanya tindakan-tindakan mengganggu yang dapat menimbulkan korban jiwa, kegaduhan politik serta rasa nasionalisme sesama anak bangsa.

“Dengan tidak melakukan tindakan anarkis dan terprovokasi, sudah membuktikan bahwa masyarakat Papua adalah manusia yang bermartabat tinggi,” kata Lukas Enembe (Gubernur Papua).

Dengan kecanggihan zaman kini, masyarakat pun dituntut untuk lebih selektif dalam menyebarkan berita yang baru saja diperolehnya. Apalagi dengan beredarnya media sosial, hal biasa dapat menjadi luar biasa sehingga kebijaksanaan dalam menggunakan media ini sangat dibutuhkan.

Hal ini sama dengan slogan-slogan operator komunikasi yang meminta agar masyarakat harus cerdas dalam menggunakan telepon pintar.

 

Baca Juga :  Dinkes Biak Numfor Terapkan E-Sismal Pantau Perkembangan Penyakit Malaria

RED BTX/Papuatoday.id

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: