Polda Papua: Jamaah Tabligh di Jayapura Hanya Berdakwah

Jayapura, Papuatoday.id, (08/10/2019) – Kepolisian Daerah Papua memantau kehadiran 22 Jamaah Tabligh untuk melakukan dakwah dan syiar Islam bagi umat Muslim di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal (Kabid Humas Polda Papua), mengatakan rombongan Jamaah Tabligh yang dipimpin H. Nasir tersebut tiba di Jayapura pada Selasa (01/10/2019) pekan lalu.

“Mereka berangkat dari pelabuhan Jakarta dengan menggunakan KM. Ciremai,” kata Kombes Kamal dalam keterangannya, Senin (07/10/2019).

Jamaah Tabligh berjumlah 22 orang itu dijemput Ustadz Irfan menuju Masjid Serambi Madinah milik H. Baddo di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, sebagai tempat berkumpul mereka di Jayapura.

Selain itu, sebut Kamal, pada Minggu (06/10/2019) juga telah tiba 8 orang Jamaah Tabligh asal India di Masjid Nurul Hidayah, Belakang BRI Kloofkamp, Distrik Jayapura Utara.

Kamal mengatakan, kedatangan Jamaah Tabligh di Jayapura dalam rangka melakukan dakwah dan syiar agama Islam dan akan berkunjung ke Masjid-Masjid yang ada di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura.

“Direncanakan dakwah tersebut akan diksanakan selama 4 bulan. Selama kegiatan para Jamaah Tabligh di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura di pantau oleh aparat kepolisian,” katanya.

Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw (Kapolda Papua) mengatakan, kedatangan jamaah ini telah dikoordinasikan dengan MUI Papua dan PWNU Papua untuk ikut membantu komunikasikan kegiatan para jamaah selama berada di Papua.

“Jamaah Tabligh ini hanya menjalankan dakwah dan syiar agama kepada umat Islam yang tinggal di sekitar Kota Jayapura (Masjid Attaubah Pasar Youtefa dan Masjid Alazhar di Arso Kabupaten Keerom),” tegas Waterpauw.

Kapolda Waterpauw mengklarifikasi informasi yang beredar terkait adanya kelompok Front Jihad Islam (FJI) masuk di Jayapura dan dikhawatirkan akan menyulut konflik horizontal di tanah Papua.

Dalam informasi yang beredar, kedatangan Jamaah Tabligh yang terindikasi kelompok FJI itu akan berangkat ke Wamena untuk melakukan jihad qital pasca kerusuhan yang merenggut nyawa puluhan warga sipil.

Disebutkan pula, FJI sebelumnya telah membuka pendaftaran bagi kaum muslimin yang bersedia berjihad ke Wamena sebagai respon atas tragedi kemanusiaan yang menimpa mayoritas umat muslim.

“Jadi tidak benar bahwa telah hadir beberapa kelompok jihad di tanah Papua sebagaimana berita hoax yang beredar belakangan ini,” sebut Waterpauw.

Perwira tinggi Polri yang menjabat Kapolda Papua kedua kalinya ini, mengimbau warga agar tidak termakan informasi bohong dan isu-isu provokatif yang meresahkan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

“Jangan percaya dengan penyebaran video/informasi yang dapat membuat resah, dengan menyebarkan isu-isu yang tidak benar tentang keberadaan mereka (FJI) di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura,” imbuhnya.

RED BTX/Papuatoday.id

Posting Terkait

Baca Juga :  Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Gelar Pelatihan Teknologi Informasih Kepada Warga Yoka

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: