Putra Papua Jadi Anggota TNI, Kini Menjabat Pangdam Kasuari

Jakarta, Papuatoday.id (19/05/2020), – Menjadi prajurit, memiliki tugas mulia menjaga negara kesatuan negara. Hal ini tentu memotivasi banyak pemuda-pemudi di sejumlah daerah. Entah dari Sabang, maupun Merauke, banyak pemuda yang berjuang agar bisa menjadi anggota TNI dan mengabdi pada negara.

Cerita inspiratif kali ini datang dari putra Papua, Ali Hamdan Bogra. Pria kelahiran Serui tahun 1963 ini, menceritakan perjuangannya menjadi anggota TNI. Kisah perjuangannya ini dibagikan lewat kanal Youtube TNI AD, Rabu (19/5).

Karena perjuangannya, kini Ali Hamda Bogra berhasil menjadi prajurit dengan pangkat Mayjen dan diangkat menjadi Pangdam Kasuari.

Dalam video yang diunggah Youtube resmi TNI AD, pria asal Papua ini menceritakan perjuangannya saat mendaftar TNI. Ali harus rela menempuh jarak ratusan kilometer selama berbulan-bulan, dari Papua ke Surabaya.

“Begitu sampai di Surabaya mau daftar akademi maritim tau-tau udah tutup. Yaudah akhirnya ke Semarang, kita kan datang dari Papua ke sini butuh waktu berbulan-bulan, Pendidikan di Jawa udah tutup,” cerita anggota TNI AD berpangkat Mayjen ini.

Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra merupakan putra kelahiran Serui Papua. Ali merupakan sapaan untuk anak ke dua dari delapan bersaudara ini.

Walau terlahir dari keluarga sederhana, tidak membuat pria 57 tahun ini patah semangat untuk menjadi anggota militer. Meski harus berjuang di tempat asing, Ali akhirnya berhasil masuk Akademi Militer.

Selama menjalani pendidikan di Akademi Militer Magelang, banyak pelajaran yang diterima Ali. Salah satunya kewajiban seorang prajurit untuk bela diri.

“Di belakang asisten bilang pangdam pangdam, Aku gak ngerti. Jadi kamu tidak kenal saya? Tidak pak, Kamu mau masuk tentara? Mau pak, kalo mau masuk tentara harus punya ilmu bela diri, kamu bisa ilmu bela diri? Bisa pak,” cerita Ali mengulang kembali dialognya dengan seorang prajurit TNI yang mengajaknya masuk militer dulu.

Baca Juga :  Ondoafi Port Numbay : Masyarakat Port Numbay Tidak Mau Tanahnya Dibasahi Dengan Darah

Prestasi yang didapatkan Mayjen Ali saat menjalani pendidikan militer, cukup gemilang. Prestasinya pulalah yang mengantarkan Ali ke jenjang karier gemilang.

“Saya memecahkan rekor dengan memenangkan kejuaraan lomba Trengginas, yaitu lomba lari 1500 dan 5000 dengan mendapatkan medali emas,” ucap Ali menceritakan prestasi yang pernah diperolehnya.

Tak hanya pandai bela diri, menjadi seorang prajurit harus memiliki semangat yang gigih. Kegigihan ini pula yang ditemukan dalam sosok Mayjen Ali. Ia menceritakan bagaimana perjuangannya bertugas di Timor-Timor.

“Pertama kali saya menjabat sebagai Komando Pleton, sekaligus sebagai Komandan Danton Pemburu Batalyon 315 Kodam III Siliwangi ke daerah operasi Timor-Timor, saya didatangi Kepala Staf Kolakop Timor-Timor ke tengah hutan. Beliau memberikan kebutuhan logistik untuk saya,” kenang Ali.

Setiap perjalanan hidup seseorang pasti memiliki lika-liku. Setelah melalui jalan panjang pengabdian, Mayjen TNI AD Ali Hamdan Bogra diangkat menjadi Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari.

Sebelum menjabat sebagai Pangdam, Mayjen Ali pernah menjajaki posisi sebagai Komandan Pleton, Kepala Bagian Operasional Pusdikintel Kodiklat Ciomas Bogor, Pabandya Pam Kodam Jaya, Dandim XVII Cendrawasih, hingga ditugaskan di Kodiklat.

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: