Pelaku Perampasan Senjata di Paniai, Enggan Serahkan Senjata

Jayapura, Papuatoday.id, (22/05/2020), – Pemicu serangan kelompok kriminal separatis bersenjata atau KKSB Papua di pos polisi Paniai akhirnya terungkap.

Irjen Pol. Paulus Waterpauw (Kapolda Papua) mengungkapkan kalau penyebabnya adalah kelalaian anggota.

Di samping itu, KKSB Papua pelaku penyerangan itu sampai sekarang masih enggan mengembalikan senjata yang dirampasnya.

Menurut Paulus, berdasarkan hasil olah TKP, terlihat adanya unprocedural dari anak buahnya, sehingga akan menjadi evaluasi untuk ke depannya.

“Hasil dari olah TKP memang terlihat adanya unprocedural dari anak buah yang terlalu lengah. Dan ini akan menjadi evaluasi kami ke dalam,” kata Kapolda.

Kapolda Papua juga sangat menyayangkan peristiwa tersebut, terlebih pelaku sudah biasa bergaul dengan anggota polisi, bahkan rumah pelaku berada di seberang pos.

“Ini yang akan menjadi evaluasi kami ke dalam,” ujar Paulus didampingi Pangdam XVII Cenderawasih.

Kapolda Papua mengakui, tokoh masyarakat setempat telah menemui pelaku untuk segera mengembalikan senjata api tersebut, namun pelaku masih enggan mengembalikannya.

Meski demikian, kata Paulus, pihaknya masih terus melakukan upaya persuasif melalui tokoh masyarakat agar senjata api yang dibawa kabur pelaku segera dikembalikan.

Baca Juga :  Suami-Istri Meninggal Dalam Kecelakaan Perahu Motor Di Asmat

Namun, apabila hingga batas waktu yang ditentukan pelaku tidak juga mengembalikan senjata api tersebut, maka tindakan tegas akan dilakukan sesuai dengan SOP.

“Kami akan terus melakukan upaya dan mengimbau agar senpi itu dikembalikan sampai batas yang ditentukan. Apabila tidak diindahkan, maka akan ada tindak sesuai dengan SOP,” tegas Paulus.

Sebelumbya diberitakan bahwa KKSB Papua melakukan serangan brutal ke pos polisi di Paniai pada Jumat (15/5/2020) malam.

Dalam penyerangan tersebut, anggota Polri Briptu Kristian terluka karena dikeroyok para pelaku dan 3 pucuk senjata api dirampas.

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

%d blogger menyukai ini: