Kepala BPSDM Papua, Aryoko AF Rumaropen : Otonomi Khusus (Otsus) Bagi Pelajar dan Mahasiswa Asli Papua

 

Jayapura, PapuaToday.id, (14/09/2020), – Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng, (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua tahun ini membiayai 3 program Beasiswa Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) bagi pelajar dan mahasiswa asli Papua.

Ketiga program itu adalah Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) untuk pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) Bidang Vokasi bagi pelajar Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dan Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otsus Papua 2020 untuk dokter-dokter orang asli Papua (OAP) yang bertugas di seluruh Tanah Papua.

ketiga program ini merupakan kebijakan Lukas Enembe,SIP.MH (Gubernur Papua) dan Klemen Tinal,SE.MM (Wakil Gubernur) dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia asli Papua yang unggul, cerdas dan menguasai Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (Iptek) serta berbudi pekerti yang baik.

“Ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua membangun dan menyiapkan SDM asli Papua untuk membangun masyarakat dan negerinya,”ujar Aryoko Rumaropen.

Dijelaskannya, program Beasiswa SUP untuk SMA dan Beasiswa SUP Bidang Vokasi SMK dikhususkan bagi OAP yang bermarga asli dari suku-suku di Papua untuk melanjutkan pendidikan (kuliah) keluar negeri.

“Sampai dengan hari ini, untuk program beasiswa SMA sudah dilakukan tahapan seleksi administrasi dan kurang lebih 471 pelajar dari seluruh Papua dinyatakan lulus. Begitupun untuk beasiswa dokter spesialis sebanyak 112 dokter dinyatakan lulus,”jelasnya.

Baca Juga :  BPS: Bahan Makanan Penyebab Deflasi Di Merauke

Sedangkan program Beasiswa Vokasi SMK masih dalam tahap pendaftaran dan seleksi administrasi.“Proses pendaftaran dan seleksi dilakukan dibuka untuk seluruh wilayah di Papua secara online.”

Dia menjelaskan bahwa rekrutmen dan seleksi pelajar SMA dilakukan dalam satu tahapan. Usai seleksi administrasi, mereka memasuki proses pembinaan guna menjalani pendidikan diluar negeri. “Apabila di proses tersebut, ada pelajar yang tidak siap maka yang bersangkutan akan difasilitasi untuk kuliah di dalam negeri,”kata Aryoko.

Samahalnya dengan program Beasiswa Vokasi SMK. Hanya saja, lanjut Aryoko Rumaropen, program vokasi SMK ini bekerjasama dengan lembaga pengembangan vokasi di Australia sehingga para pelajar SMK Papua bakal menjalani pendidikan dan pelatihan vokasi di negara berjuluk negeri

Subscribe

Thanks for reading Information in here.

9 views
%d blogger menyukai ini: