Bitcoin Anjlok, Etherium naik daun dan akan kuasai Pasar Kripto

Bitcoin Anjlok – Di era digital seperti sekarang ini, kita dimudahkan dengan pesatnya teknologi pada berbagai bidang. Termasuk diantaranya Keuangan Digital.

Pasar Kripto merupakan salah satu yang terbesar diantara semua mekanisme Keungan Digital yang ada dan masih eksis hingga hari ini.

Jenis mata uang Kripto sendiri biasa disebut dengan Cryptocurrency yang diantaranya termasuk Bitcoin, Ethereum, Binance coin, Cartano, Doge coin, dan juga Lite coin.

Cryptocurrency

Bitcoin merupakan salah satu yang paling awal dan paling terkenal dalam Cryptocurrency ini, Bitcoin diketahui pertama kali digunakan pada tahun 2009.

Dari tahun ke tahun harga Bitcoin mengalami lonjakan yang sangat tinggi, hingga para investor berlomba-lomba untuk membeli mata uang Digital jenis ini.

Namun belakangan ini, Harga Bitcoin diprediksi akan anjlok hingga lebih dari 70 persen ke angka 8.000 dolar AS atau sekitar Rp116 juta.

Bitcoin anjlok

Belakangan, harga Bitcoin terus anjlok (mengalami penurunan). Namun angkanya mulai menguat secara perlahan hingga kini berkisar di harga 30.000 dolar AS atau setara Rp438,2 juta.

Namun di tengah potensi penurunan yang disebut-sebut akan dihadapi Bitcoin, aset kripto Ethereum justru diprediksi akan menyalip sang raja kripto.

Ether atau sering disingkat ETH adalah mata uang kripto yang berasal dari Ethereum, sebuah open-source berbasis blockchain.

Etheteum naik

lockchain adalah teknologi pencatatan di buku besar digital yang tidak dapat ubah atau dihapus.

Aset kripto terbesar kedua ini diciptakan Vitalik Buterin, seorang programmer Rusia-Kanada pada 2013. Kala itu, usia baru menginjak 19 tahun.

ETH memiliki beberapa keunggulan seperti smart contract yang dijalankan secara otomatis, serta pembaruan Ethereum 2.0.

Oleh karena itu, ETH digadang-gadang menjadi alternatif investasi yang lebih dibandingkan Bitcoin.

Dari laman Business 2 Community, rasio ETH dan Bitcoin tertinggi mencapai 0,12 pada 2018 lalu.

Sejak mengalami peningkatan tertinggi pada Februari tahun itu, ETH dan Bitcoin mencapai titik terendah di 0,016 pada September 2019.

Sepanjang 2018 hingga 2020, sebagian besar altcoin kehilangan hampir 99 persen dari nilainya, yang menyebabkan retracement tidak terduga.

Namun ETH justru mengalami tren peningkatan terhadap Bitcoin selama hampir tiga tahun. Aset kripto ini tak hanya mengungguli Bitcoin, namun juga altcoin lainnya.

Kendati demikian, mata uang kripto bersifat fluktuatif, sehingga membuatnya menjadi investasi dengan risiko yang sangat tinggi.

You May Also Like

About the Author: Wingki