Cara Hemat Berlangganan Aplikasi Streaming Film

Cara Hemat – Saat ini, aplikasi streaming film atau serial sudah udah diakses. Ada Netflix, Disney Plus Hotstar, Vidio, Viu, serta beberapa penyedia layanan lainnya.

Dengan banyaknya layanan tersedia, masing-masing platform pun menawarkan deretan konten berbeda-beda. Tidak jarang, ada konten orisinal memang hanya tersedia di satu platform dan tidak ada di layanan lain.

Tips Hemat Berlangganan

Hal ini tentu membuat pengguna terkadang harus berlangganan beberapa layanan untuk bisa menikmati konten-konten tersebut. Akibatnya, biaya berlangganan pun ikut bertambah setiap bulan.

Apa saja tipsnya? Simak beberapa cara hemat berlangganan aplikasi streaming berikut ini:

  1. Pilih platform dengan konten yang benar-benar kamu ingin tonton dalam jangka waktu tertentu.
  2. Dalam hal ini, kamu perlu memilihnya secara cermat. Pertimbangkan jenis konten yang ingin dinikmati termasuk waktu rilisnya.
  3. Untuk memudahkan, kamu bisa merinci konten yang ingin ditonton berikut jadwal pembayaran tiap platform setiap bulannya.
  4. Apabila kamu ingin menonton serial tertentu yang rilis tiap minggu, kamu bisa menunggu hingga semua episode rilis baru berlangganan layanan tersebut.
  5. Biaya berlanggan untuk platform itu pun bisa kamu gunakan untuk layanan lain yang sedang ingin ditonton saat ini.
  6. Ada baiknya, kamu berlangganan maksimal setidaknya dua platform dalam sekali waktu untuk menjaga biaya berlangganan tetap terjangkau.
  7. Manfaatkan bundel berlangganan dengan operator seluler yang bekerja sama dengan platform tertentu. Sebab, selain membayar biaya langganan, biasanya disertakan pula paket data.
  8. Sebagai saran, hindari berlangganan tahunan, sehingga ketika dalam waktu tertentu kamu tidak menemukan konten yang cocok, bisa menunda langganan di periode tersebut.

Perlu diingat, langkah-langkah ini memang tidak langsung membuat biaya berlangganan menjadi lebih murah. Namun jika dilakukan dan dipelajari secara bertahap, kamu bisa menghemat biaya setidaknya dalam waktu jangka panjang. 

Netflix PHK Massal Karyawan

Netflix PHK Karyawan

Di sisi lain, Netflix melakukan PHK sebanyak 300 karyawannya. PHK kali ini adalah bagian dari layoff kedua perusahaan, di mana sebelumnya Netflix memutus kontrak 150 pekerjanya pada Mei 2022.

Ini adalah putaran pemutusan hubungan kerja terbaru, setelah laporan pendapatan kasar kuartal 1 Netflix. Di mana, perusahaan mengumumkan bahwa pertumbuhan pendapatan melambat dan Netflix kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Sebelumnya, Mei lalu, Netflix melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sekitar 150 karyawan serta memutus kerjasama dengan belasan kontraktor, menyusul laporan pendapatan yang mengecewakan.

Sebelumnya, Netflix memecat sekitar 25 karyawan pemasaran, termasuk belasan karyawan yang bekerja di Tudum. 26 pekerja yang diberhentikan saat ini diberitahu tentang PHK melalui e-mail, yang menurut juru bicara Netflix Erika Masonhall dikirim oleh perusahaan kontraktor.

Perusahaan mengatakan kepada The Verge bahwa sebagian besar karyawan Netflix yang terkena PHK berada di Amerika Serikat (AS).

Kehilangan Banyak Pelanggan

Kehilangan pelanggan

Sebelumnya, Netflix mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama (Q1) tahun 2022, mereka kehilangan 200 ribu pelanggan secara global, dibandingkan kuartal empat (Q4) 2021.

Perusahaan Amerika Serikat itu juga memperkirakan akan ada kerugian yang lebih besar di kemudian hari, bahkan sampai dua juta pelanggan di kuartal kedua.

Platform streaming itu melanjutkan, pandemi hanya “mengaburkan gambar,” dengan adanya banyak masalah yang tersembunyi di bawah permukaan.

Perusahaan pun menunjuk persaingan yang lebih ketat dari layanan over the top (OTT) yang menawarkan harga lebih murah seperti Disney Plus dan Prime Video.

Selain itu, Netflix juga menyalahkan terbatasnya ruang berekspansi di banyak negara karena faktor teknologi yang di luar kendalinya, seperti adopsi smart TV dan harga data, serta banyaknya pengguna yang berbagi akun.

You May Also Like

About the Author: Wingki